Nama ku aRit. Itu nama panggilanku. Meski nama asliku bukan itu. Nama lengkap ku Ari Teguh Santoso. Nama yang kata orang-orang di rumah ku itu nama bersejarah. Bersejarah karena memang ada sesuatu di balik nama ku. Sesuatu itu adalah proses bagaimana nama ku bisa seperti itu. Tapi mungkin itu tak perlu ku ceritakan secara jelas. Namun, yang pasti kalian bisa memanggilku aRit.
Aku terlahir di sebuah kota kecil tapi tak terpencil, meski memang tak terkenal juga. Purworejo, mungkin sedikit di antara kalian yang tahu di mana letak kota itu berada. Kota yang kata orang Kota Pensiunan. Aku kurang tahu juga bagaimana orang bisa menjuluki seperti itu. Yang jelas, Purworejo, my beloved city where i was born to this world. Kala itu, Sabtu Pahing, 01 Oktober 1988, suatu hari yang bisa dibilang bersejarah, tak hanya bagi ku, tetapi juga bagi bangsa ku, Indonesia. Kenapa? harusnya kalian tahu, karena pada tanggal itu adalah Hari Kesaktian Pancasila.
Aku itu orang yang biasa saja. Layaknya manusia lainnya yang tak sempurna. Entah itu dari segi fisik, maupun rohani. Meski kadang, setiap orang merasa dirinya sempurna, begitu juga aku. Hidupku pun seolah datar, tak ada yang istimewa. Tetapi aku selalu mencoba untuk terus hidup, hidup sebagai diriku sendiri.
Selengkapnya...
Aku terlahir di sebuah kota kecil tapi tak terpencil, meski memang tak terkenal juga. Purworejo, mungkin sedikit di antara kalian yang tahu di mana letak kota itu berada. Kota yang kata orang Kota Pensiunan. Aku kurang tahu juga bagaimana orang bisa menjuluki seperti itu. Yang jelas, Purworejo, my beloved city where i was born to this world. Kala itu, Sabtu Pahing, 01 Oktober 1988, suatu hari yang bisa dibilang bersejarah, tak hanya bagi ku, tetapi juga bagi bangsa ku, Indonesia. Kenapa? harusnya kalian tahu, karena pada tanggal itu adalah Hari Kesaktian Pancasila.
Aku itu orang yang biasa saja. Layaknya manusia lainnya yang tak sempurna. Entah itu dari segi fisik, maupun rohani. Meski kadang, setiap orang merasa dirinya sempurna, begitu juga aku. Hidupku pun seolah datar, tak ada yang istimewa. Tetapi aku selalu mencoba untuk terus hidup, hidup sebagai diriku sendiri.
Selengkapnya...






