Sejenak mengulas pergelaran DIOSS 2009, yang dimulai sejak tanggal 16 Juni lalu, dan akan di akhiri pada tanggal 21 Juni mendatang. Sebagai tuan rumah, tentu sepatutnya meraih gelar demi membawa nama baik bangsa Indonesia, baik dari pemain sendiri maupun dari masyarakat pecinta bulutangkis. Hal ini dikarenakan, sudah beberapa akhir tahun ini atlet-atlet bulutangkis Indonesia seolah tenggelam. Banyak turnament yang diikuti tapi gagal membawa banyak gelar. Padahal, beberapa tahun lalu, Indonesia sempat menjadi rajanya bulutangkis.
Menilik turnamen DIOSS 09 ini, tak hanya atlet pelatnas saja, tapi juga pemain-pemain muda calon pengganti pemain-pemain nasional kelak. Namun, hingga kini turnamen memasuki babak perempat final (19/06), banyak wakil-wakil Indonesia bertumbangan. Mulai dari pemain andalan hingga pemain muda non-pelatnas. Dan hingga babak perempatfinal selesai hari ini, kini hanya tersisa 3 wakil Indonesia, dan itu pun masih muka lama.
Markis Kido - Hendra Setiawan, Taufik Hidayat, dan Sony Dwi Kuncoro masih bisa bertahan demi merebut gelar di DIOSS 09. Meskipun harus berjuang keras mengalahkan lawan-lawannya, mereka berhasil menembus babak semifinal. Namun, satu diantara dua tunggal putra yang tersisa (Taufik dan Sony) harus tersingkir besok. Karena keduanya bertemu di babak semifinal besok (Sabtu, 20/06).
Sementara, dari beberapa banyak wakil Indonesia yang turun di DIOSS 09, sudah tersingkir satu-persatu dan hanya menyisakan ketiga wakil tadi. Apakah ini tanda-tanda kemerosotan prestasi Bulutangkis Indonesia? Mungkin saja, karena kini seolah pemain-pemain Indonesia kebanyakan gagal meraih prestasi di berbagai ajang, bahkan di turnamen yang dibuat oleh Indonesia sendiri, Sudirman Cup. Sejak pergelaran pertama dan berhasil menjadi juara untuk yang pertama kalinya, hingga kini Indonesia selalu gagal meraih gelar, dan prestasi terbaik hanyalah runner-up. Demikian juga di ajang Thomas dan Uber Cup, Indonesia seolah tak mampu lagi untuk mengukir prestasi.
Terus, kapan Indonesia bisa kembali harum oleh prestasi-prestasi di ajang bulutangkis??? Semoga ini tak hanya mimpi belaka...
Markis Kido - Hendra Setiawan, Taufik Hidayat, dan Sony Dwi Kuncoro masih bisa bertahan demi merebut gelar di DIOSS 09. Meskipun harus berjuang keras mengalahkan lawan-lawannya, mereka berhasil menembus babak semifinal. Namun, satu diantara dua tunggal putra yang tersisa (Taufik dan Sony) harus tersingkir besok. Karena keduanya bertemu di babak semifinal besok (Sabtu, 20/06).
Sementara, dari beberapa banyak wakil Indonesia yang turun di DIOSS 09, sudah tersingkir satu-persatu dan hanya menyisakan ketiga wakil tadi. Apakah ini tanda-tanda kemerosotan prestasi Bulutangkis Indonesia? Mungkin saja, karena kini seolah pemain-pemain Indonesia kebanyakan gagal meraih prestasi di berbagai ajang, bahkan di turnamen yang dibuat oleh Indonesia sendiri, Sudirman Cup. Sejak pergelaran pertama dan berhasil menjadi juara untuk yang pertama kalinya, hingga kini Indonesia selalu gagal meraih gelar, dan prestasi terbaik hanyalah runner-up. Demikian juga di ajang Thomas dan Uber Cup, Indonesia seolah tak mampu lagi untuk mengukir prestasi.
Terus, kapan Indonesia bisa kembali harum oleh prestasi-prestasi di ajang bulutangkis??? Semoga ini tak hanya mimpi belaka...








Saturday, June 20, 2009 7:58:00 AM
Indonesia wis rak nduwe sesuatu sing kena nggo andalan.
Kalahan terus!